Cerita Sex Hai, perkenalkan namaku Erina. Usiaku sekarang 18 tahun. Teman-temanku sering memuji wajahku yang bulat dan manis dengan rambutku yang hitam sebahu yang menurut mereka amat serasi dengan bentuk wajahku. Tubuhku yang mungil dengan tinggi 152 cm, memberi kesan imut yang sering menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-temanku.
6143Please respect copyright.PENANA01pLjJKCUA
Sehari-harinya aku bekerja sebagai guru les privat yang mengajar anak-anak sekolah yang pada umumnya adalah anak-anak SMP atau SD.
6143Please respect copyright.PENANAFNjBp6LQyq
Aku melakukan ini untuk membiayai uang kuliah dan segala keperluanku. Maklumlah, sebagai pendatang baru di kota besar seperti Jakarta, aku harus bisa membiayai segala keperluanku sendiri.
6143Please respect copyright.PENANA1pVBbVxG4d
Apalagi keluargaku yang berasal dari daerah juga bukan tergolong keluarga yang cukup mampu untuk membiayaiku, maka aku memutuskan untuk mandiri sendiri di perantauanku.
6143Please respect copyright.PENANA5IP0QMBv6n
Suatu hari, aku mendapat panggilan dari sebuah keluarga yang ingin agar aku mengajar les anak tunggal mereka. Mereka menawarkan gaji yang bagiku amat tinggi dan kurasa cukup untuk membiayai kehidupanku di Jakarta.
6143Please respect copyright.PENANA9GMSlo3w2T
Tanpa pikir panjang lagi, segera kuterima tawaran keluarga itu, dan kami setuju bahwa aku akan mulai mengajar anak mereka besok sore harinya sepulang kuliah.
6143Please respect copyright.PENANAiTAD2ROSjy
Esok harinya, aku pun datang untuk mulai mengajar murid baruku itu. Sesampainya di rumah itu, aku tertegun melihat arsitektur rumah itu yang seperti sebuah istana yang dilengkapi taman hijau dan dikelilingi pagar terali yang tinggi.
6143Please respect copyright.PENANAZmqnCqhQLo
Dibandingkan dengan rumahku di daerah yang hanya ¼ luas rumah itu, apalagi tempat kosku yang kecil dan sumpek, tentu saja memiliki rumah seperti ini sudah menjadi impianku sejak kecil.
6143Please respect copyright.PENANAFO23yqH8NX
Siapa? terdengar suara wanita di Interkom yang terletak di samping bel pintu itu.
6143Please respect copyright.PENANAt21gLFD36j
Saya Erina, guru les privat anak anda yang baru! jawabku
6143Please respect copyright.PENANAfLjTqN3Tet
Oh, Erina! Ayo, silakan masuk!
6143Please respect copyright.PENANA0K7JXS6pg5
Tiba-tiba, gerbang terali rumah itu terbuka. Aku pun segera masuk kedalam. Pintu garasi itu terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya, usianya sekitar 40-an tahun. Dari penampilannya yang necis seperti seorang business-woman, sudah jelas bahwa ia adalah pemilik rumah ini. Wanita itu segera menyambut kedatanganku.
6143Please respect copyright.PENANA1LQmgfOIfi
Halo, Erina! Bagaimana kabarnya?
6143Please respect copyright.PENANACyNexRvB77
Baik-baik saja bu. Anda Bu Diana? Ibu Rendy? tanyaku dengan sopan.
6143Please respect copyright.PENANAV5e2sU2W4l
Ya, betul! Ayo masuk, kita bicara didalam! ujarnya mempersilahkanku masuk.
6143Please respect copyright.PENANAVDva5vPDYj
Sambil menuju ke ruang tamu, kami berbincang-bincang sejenak. Dari situ aku tahu bahwa bu Diana adalah pemilik Bridal Studio ternama di Jakarta sekaligus seorang desainer gaun pengantin yang sering pergi ke luar negeri untuk melihat pameran-pameran di luar negeri. Bahkan, di rumahnya banyak terpajang piala penghargaan bagi desainer di pameran luar negeri.
6143Please respect copyright.PENANAUhlw4hGYop
Aku pun dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu sementara bu Diana mengambilkan minuman untukku. Aku hanya terpaku melihat hiasan-hiasan indah di rumah itu. Rasa-rasanya, harga salah satu hiasan patung ataupun lukisan itu cukup untuk membiayai uang kuliahku untuk satu semester.
6143Please respect copyright.PENANAIAkkWz7dyA
Hayo, kok malah melamun? aku dikagetkan oleh suara bu Diana yang segera menyajikan segelas es sirop untukku.
6143Please respect copyright.PENANA4Et90a4Sw2
Eh tidak maaf, Bu! aku tergagap salah tingkah, namun bu Diana hanya tersenyum melihatku.
6143Please respect copyright.PENANAeRVxvErN5L
Bu Diana segera duduk di sofa ruang tamu didepanku.
6143Please respect copyright.PENANAAtfEchuBZc
Nah, Erina. Kamu akan mengajar Rendy mulai hari ini. Ibu harap kamu bisa memperbaiki nilai-nilainya di sekolah.
6143Please respect copyright.PENANAYtoHg2CUeS
Baik bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin.
6143Please respect copyright.PENANAFTPs4y7AYp
Saya senang melihat semangatmu. Tapi apa kamu tahan menghadapi anak-anak nakal?
6143Please respect copyright.PENANAQU0h9ZAzZd
Memangnya ada apa, bu? tanyaku penasaran
6143Please respect copyright.PENANAqInk5FPn9Y
Rendy sekarang duduk di kelas 2 SMP, usianya tahun ini 14 tahun. Kamu tahu, itu masa yang rawan bagi anak remaja. Nilai Rendy terus menurun, ia lebih sering menghabiskan waktunya buat bermain atau menonton di kamarnya. Bu Diana tampak menghela napas.
6143Please respect copyright.PENANAGF56JN3UXa
Tenang saja, bu. Saya akan berusaha untuk membuatnya belajar. Saya yakin, nilai Rendy pasti akan segera membaik.
6143Please respect copyright.PENANA5TGuWB6dVm
Bagus. Kinerjamu akan dinilai lewat nilai-nilai ujian semester mereka Juni ini. Berarti, 5 bulan dari sekarang?
6143Please respect copyright.PENANA4CqTGRHZEd
Benar. Tunggu sebentar ya, Erina? Ibu akan memanggil Rendy dulu.
6143Please respect copyright.PENANAroELpXHlEL
Aku mengangguk menyetujui. Bu Diana lalu beranjak pergi ke lantai atas. Tak lama kemudian, Bu Diana turun beserta seorang anak laki-laki. Wajah anak itu cukup tampan, menurutku. Tubuhnya juga tampak besar untuk anak seusianya, bahkan lebih tinggi dariku. Tapi mukanya tampak masam saat melihatku yang duduk dihadapannya.
6143Please respect copyright.PENANACRxAcmF6Lk
Ayo, beri salam ke Kak Erina! Mulai hari ini dia yang akan menjadi guru privatmu!
6143Please respect copyright.PENANAZuv9tPLAGy
Rendy. Anak itu tampak acuh dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.
6143Please respect copyright.PENANA1WS0pN3hdx
Erina, salam kenal! Aku berusaha tersenyum sambil membalas uluran tangannya.
6143Please respect copyright.PENANA0NcnK272mb
Baiklah, ayo antar kak Erina ke kamarmu dan mulai belajar! perintah bu Diana, yang hanya dijawab oleh gerutuan dari Rendy. Aku tersenyum dan mengikuti Rendy ke kamarnya.
6143Please respect copyright.PENANAFpOhzkMqx1
Sejak hari itu, aku mulai mengajari Rendy sebagai guru privatnya. Hari demi hari berlalu. Tidak terasa, sudah 3 bulan berlalu sejak hari itu. Tiap hari Senin hingga Jumat sore, aku terus mengajari Rendy sebagai guru privatnya secara rutin. Lama-lama aku pun semakin mengenal Rendy. Rendy sering bergaul dengan teman-temannya, namun sayangnya Rendy salah memilih pergaulan.
6143Please respect copyright.PENANAa4KiKpRWrW
Ia bergaul dengan anak-anak nakal di sekolahnya. Aku pernah melihat teman-temannya yang nakal itu, mereka selalu saja mengajak Rendy untuk membolos saat aku mengajar, yang seringkali dituruti olehnya, belum lagi sikap mereka yang menurutku tidak sopan maupun cara mereka bergaul yang lebih condong ke arah pergaulan bebas.
6143Please respect copyright.PENANAyRSw12Um4z
Aku selalu bersabar mengajari Rendy, tapi anak itu benar-benar bandel. Setiap kali aku mengajarinya, ia hanya mengacuhkanku ataupun bengong melamun. Semua tugas yang kuminta untuk dikerjakan tidak pernah disentuhnya sama sekali. Parahnya lagi, tidak jarang kulihat kepingan DVD porno yang disembunyikannya di bawah kasurnya.
6143Please respect copyright.PENANAMHBXA5aUOQ
Aku tidak pernah menghiraukan hal itu, karena tugasku di sini adalah untuk mengajarinya bahan pelajaran, bukan untuk menceramahinya. Mungkin karena pengaruh DVD itu dan pergaulannya, dia juga sering menggodaku untuk menjadi pacarnya. Aku memang masih single, tapi pacaran dengan anak dibawah umur? Tak pernah sama sekali terlintas di benakku untuk melakukan hal itu, apalagi Rendy adalah muridku.
6143Please respect copyright.PENANARgIhWdtQuK
Sering aku nyaris kehilangan kesabaran karena ulah Rendy, namun aku selalu teringat akan janjiku pada bu Diana untuk memperbaiki nilai Rendy dan mengingat biaya yang dikeluarkan bu Diana untuk membayarku, sudah cukup untuk membuatku selalu tegar menghadapi kebandelan Rendy. Namun seberapapun aku berusaha menahan kesabaranku, rupanya kesabaran bu Diana mulai habis.
6143Please respect copyright.PENANA2z6ACFOPbH
Erina, saya pikir kamu sudah tahu kalau nilai Rendy selama ini sama sekali tidak membaik. Ujarnya agak keras
6143Please respect copyright.PENANA02QGW5eCPs
Maaf, bu. Saya sudah berusaha, tapi Rendy
6143Please respect copyright.PENANAM4FZYlcRHI
Saya tidak mau mendengar alasan, Erina. Kamu tahu berapa gajimu setiap bulan bukan? Saya berharap pengeluaran itu setimpal dengan hasil yang kamu berikan. Tapi kalau begini hasilnya, saya benar-benar kecewa ujarnya dengan nada agak ketus
6143Please respect copyright.PENANAv7qZFNojJ7
Tapi
6143Please respect copyright.PENANAiHlj8UeNTm
Begini saja. Saya akan tetap berpegang pada janji saya untuk menilaimu lewat hasil Rendy pada semester ini. Kalau nilainya masih juga belum membaik, saya terpaksa mencari pembimbing yang lebih mampu.
6143Please respect copyright.PENANAv0nQ7CTEGp
Tapi bu aku berusaha memberi argumen dengan Bu Diana.
6143Please respect copyright.PENANAtmXMdZpAkk
Sudahlah Erina, saya harus pergi ke studio sekarang! Saya harap, kamu bisa memperbaiki nilai Rendy secepat mungkin! tegas bu Diana sambil berlalu pergi keluar dari rumahnya.
6143Please respect copyright.PENANAk3yS6kempD
Kata-kata bu Diana benar-benar membuatku mulai patah arang. Bagaimana cara menggerakkan anak sebandel itu untuk belajar? Yang kutahu ia hanya tertarik dengan game PlayStation dan koleksi film miliknya, baginya memegang buku pelajaran pasti lebih susah daripada berenang melintasi samudra!
6143Please respect copyright.PENANAvMX4t8AOgZ
Rasa putus asa menyelimutiku saat aku membayangkan bagaimana membiayai kuliahku apabila bu Diana meberhentikanku.
6143Please respect copyright.PENANAgg2lhKeViB
Apa yang lucu?! ketusku dengan muka masam.
6143Please respect copyright.PENANAYsWet2gnwo
Mau dipecat ya, Kak? Kasihaan deeeh! ejeknya sambil tertawa.
6143Please respect copyright.PENANAsN8l1SXTtP
Mendengar ejekan Rendy sudah lebih dari cukup untuk membuat amarahku yang sudah lama terpendam, meledak seketika.
6143Please respect copyright.PENANAoipYXnzCgz
Kamu maunya apa sih?! Kakak sudah memberimu penjelasan dan latihan-latihan, tapi sama sekali tak digubris!! Bagaimana nilaimu bisa bagus kalau kamu tidak pernah belajar!! Setiap hari yang kamu tahu cuma main game atau bengong saja!! bentakku pada Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAgbKjCDmQci
Aku benar-benar merasa marah dan dipermainkan oleh anak itu. Tapi Rendy hanya tersenyum mendengar bentakanku itu.
6143Please respect copyright.PENANAkleWGnMUTo
Oke deh, kalau Kakak maunya begitu. Rendy akan minta Mami untuk mencari guru baru. Kakak cari saja murid yang mau menurut!! Ujarnya dengan sombong.
6143Please respect copyright.PENANACiL4ISJcsB
Seketika itu juga aku ambruk ke lantai, air mataku menetes karena putus asa. Aku sudah harus membayar biaya kuliahku bulan depan yang rencananya akan kubayar dengan gajiku bulan ini.
6143Please respect copyright.PENANAK9U8Ki90VK
Apabila aku diberhentikan sekarang, bagaimana caraku untuk membayar uang itu? Tidak mungkin meminta kiriman uang dari keluargaku, aku tidak memiliki kerabat di Jakarta dan lagipula mana mungkin teman-temanku mau meminjamkan uang untuk mahasiswi miskin sepertiku ini?
6143Please respect copyright.PENANA0tIfA8M265
Pikiran bahwa aku harus berhenti kuliah membuatku galau dan putus asa. Aku pun menangis terisak di hadapan Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAVl7sNodxDc
Waah, malah nangis Dasar cengeng! ejek Rendy saat melihatku menangis, namun itu tidak menghentikan isak tangisku.
6143Please respect copyright.PENANAmWc1vwIPcy
Oke, oke. Aku mau belajar, tapi kakak harus menuruti permintaanku, Oke?! Rendy mulai membujukku.
6143Please respect copyright.PENANAzpxQR2g38D
Aapa yang kamu mau?! jawabku sambil terisak.
6143Please respect copyright.PENANA2YsqJ5PyB3
Pertama, kakak berdiri dulu ya? Rendy memegang tanganku dan membantuku berdiri.
6143Please respect copyright.PENANAbBfzhLWm6L
Aku pun segera beranjak bangun. Kulihat mata Rendy tampak menggerayangi lekuk tubuhku. Ia lalu berjalan berputar-putar mengelilingiku. Aku pun mulai risau melihat gelagat anak itu.
6143Please respect copyright.PENANAyUD7y6O9Ld
Sudah! Jangan putar-putar melulu! Kepala kakak pusing tahu!! Kamu maunya apa sih?! bentakku tidak sabaran.
6143Please respect copyright.PENANAyHHfZoFItZ
Kak, Rendy penasaran deh ungkap Rendy.
6143Please respect copyright.PENANA5kKse1PTfw
Apanya?!
6143Please respect copyright.PENANAOjwT64dpsf
Kakak itu cewek kan?
6143Please respect copyright.PENANA4iCTuU2MH7
Lalu kenapa? Bukannya sudah jelas kan?! jawabku kesal.
6143Please respect copyright.PENANAAlFtiAh45D
Kalau begitu, kakak punya memek juga doong balas Rendy dengan nada mengejek.
6143Please respect copyright.PENANA3q9Q9aWVcp
Rendy penasaran nih Memek kakak mirip nggak ya, dengan memek cewek-cewek yang sering kulihat di film-film porno? sambungnya dengan santai.
6143Please respect copyright.PENANAHlIwbRxfb5
Oh, astaga! Bagai tersambar petir, aku benar-benar marah mendengar ucapan Rendy itu. Moral anak ini benar-benar sudah hancur sama sekali!! Bagaimana bisa dia menanyakan hal seperti itu didepan seorang gadis dengan santainya? Anak ini benar-benar sudah kelewat batas!
6143Please respect copyright.PENANAd7OfhsG8vu
PLAAK Tanpa sadar kutampar pipi kiri Rendy hingga anak itu terjatuh ke lantai. Rendy pun merintih kesakitan.
6143Please respect copyright.PENANA4HVDVoI8ba
Aduh, sakiit rintihnya pelan.
6143Please respect copyright.PENANAdkiwCe4lEu
Ya ampun! Apa yang telah kulakukan? Sesaat aku sontak tersadar, namun sudah terlambat. Tamparanku sudah keburu mendarat di pipi Rendy. Melihat Rendy yang terjatuh, aku pun merasa semakin panik. Segera kuhampiri Rendy yang masih merintih di lantai.
6143Please respect copyright.PENANAFsGWTGMgvF
Rendy, Rendy! Kamu nggak apa-apa kan?! Maaf ya, kakak tak sengaja. Maaf tanyaku cemas.
6143Please respect copyright.PENANAIIfRAjND9l
Aku berusaha menggenggam tangan Rendy, namun ia segera menepis tanganku.
6143Please respect copyright.PENANA3tG3kdRqDK
Pergi sana! Rendy akan laporkan kakak ke Mami!! Biar nanti kakak dituntut ke polisi!! teriaknya.
6143Please respect copyright.PENANAiwIH5UkIX3
Rendy Kakak minta maaf ya? Kakak benar-benar tak sengaja aku benar-benar panik mendengar ancaman Rendy, yang sangat mungkin menjadi kenyataan mengingat keluarganya yang cukup terpandang.
6143Please respect copyright.PENANAE0cjw2KLtA
Nggak mau! Pergi sana!! Tunggu saja sampai Mami pulang, Kakak pasti kulaporkan! ancam Rendy sekali lagi.
6143Please respect copyright.PENANAlN82VBOz9w
Rendy segera beranjak, hendak keluar dari kamarnya. Aku benar-benar putus asa dan kebingungan. Masalah yang datang menghampiriku silih berganti. Bagaimana ini? Sebelumnya, ancaman pemecatanku sudah diambang mata dan sekarang malah aku terancam dituntut oleh keluarga kaya ini. Pikiranku pun mulai buntu dan tanpa pikir panjang lagi, kutarik tangan Rendy untuk mencegahnya keluar kamar.
6143Please respect copyright.PENANAQlileok9Ti
Tunggu Rendy!! Kakak akan menuruti permintaan Rendy! Apapun! Tapi tolong jangan laporkan kakak ke bu Diana! bujukku pada Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAGHTsz1GeKB
Langkah kaki Rendy terhenti sebentar. Rendy lalu melirik melihatku.
6143Please respect copyright.PENANA2ISAJ9WQxY
Benar nih? Kakak nggak bohong kan? tanyanya tidak percaya.
6143Please respect copyright.PENANA2rEcT06Nsm
Iya, iya! Kakak janji! Tapi cuma sekali ini saja ya! jawabku putus asa.
6143Please respect copyright.PENANAuZXK65eS4X
Oke deh kalau begitu. Rendy mau lihat memek kakak sekarang. Perintahnya padaku.
6143Please respect copyright.PENANAPJTk3545S7
Tapi cuma lihat saja ya! Jangan macam-macam!
6143Please respect copyright.PENANA0fZZFrnkt3
Iya, deeh jawab Rendy puas.
6143Please respect copyright.PENANAChCGJgxWtc
Aku lalu berdiri didepan Rendy, perlahan-lahan kunaikkan rok putihku yang selutut dihadapan anak itu. hingga akhirnya rokku mencapai pinggul, menampakkan pahaku dan celana dalam pink berendaku dengan jelas. Rendy tampak takjub saat melihat celana dalamku yang masih menutupi selangkanganku.
6143Please respect copyright.PENANADTTPIHkES2
Tunggu Kak! Jangan bergerak dulu! perintah Rendy mendadak.
6143Please respect copyright.PENANAzsRIpcnJ28
Aku pun tak punya pilihan lain selain memamerkan celana dalamku dihadapan Rendy.
6143Please respect copyright.PENANABYBIryQNm8
Perasaanku campur aduk saat melihat mata Rendy yang tampak berbinar-binar takjub melihat celana dalamku. Aku pun bisa mendengarnya menelan ludah. Pasti ini pengalaman pertamanya melihat celana dalam seorang gadis yang asli. Kurasa selama ini dia hanya melihat celana dalam wanita lewat film pornonya saja.
6143Please respect copyright.PENANATFIYNifw4S
Ia tampak gugup sekaligus senang melihat celana dalamku. Sementara jantungku berdegup kencang sekali saat mengingat seorang anak kecil sedang mengamati celana dalamku dengan seksama. Wajahku sekarang pasti sudah lebih merah dari buah tomat yang matang karena malu.
6143Please respect copyright.PENANAsrFtE1Ws2R
Rendy menoleh sejenak ke belakang sambil menghela nafas. Kurasa ia juga amat gugup karena dari tadi mengamati celana dalamku tepat didepan wajahnya. Tapi, ia segera kembali menoleh melihat celana dalamku dan kali ini kulihat sorot matanya yang secara khusus mengamati bayangan vaginaku dibalik celana dalamku.
6143Please respect copyright.PENANAInbMyNH6CR
Semakin lama, kepalanya semakin maju hingga memasuki rokku dan tampaknya ia benar-benar menikmati saat mengamati celana dalamku. Aku dapat merasakan dengan sangat jelas detak jantungku yang berdegup semakin kencang. Aku merasa bingung mengapa jantungku bisa berdetak sekencang itu hanya karena Rendy sedang mengamati celana dalamku?
6143Please respect copyright.PENANAeskncR9Gmo
Rendy, sudah ya Kakak sudah capek nih bujukku pada Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAhYRckreZYV
Belum kak. Kakak masih belum menepati janji kakak! protesnya padaku.
6143Please respect copyright.PENANAlvIOsHX8iU
Apa lagi, sih, Rendy?!
6143Please respect copyright.PENANAfJolrhhb41
Aku mau melihat memek kakak! Bukannya tadi kakak berjanji untuk menuruti keinginanku? Ayo, buka celana dalamnya dong kak! pintanya padaku.
6143Please respect copyright.PENANAjc80oZVyiH
Tapi tapi aku berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan Rendy, namun pikiranku buntu sama sekali.
6143Please respect copyright.PENANA8MO78qqxyM
Memang benar tadi Rendy sempat berkata bahwa ia ingin melihat kewanitaanku. Tapi bagaimanapun, aku merasa amat keberatan kalau seorang anak kecil melihat vaginaku yang selalu kujaga baik-baik untuk suamiku di masa depan.
6143Please respect copyright.PENANA78jAzULO8H
Ayo, kak! Kalau tidak aku akan melaporkan kakak ke Mami lho!! ancamnya sekali lagi.
6143Please respect copyright.PENANAILXVbW51RZ
Aku sadar, aku tidak mungkin meloloskan diri dari permintaan Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAClsl1Yiouv
Iya deh! Tapi cuma sebentar saja ya! gerutuku.
6143Please respect copyright.PENANAKF0RcMmiuG
Saat mendengar kata melapor ke Mami, aku sudah kalah telak tanpa bisa membantah atau menolak permintaan anak ini.
6143Please respect copyright.PENANA8OvEnhd95C
Oke deh!! serunya dengan riang setelah mendapat izin dariku.
6143Please respect copyright.PENANAPktwiBzqAL
Tanpa menunggu lama, ia segera melorotkan kedua sisi celana dalamku dan menurunkan celana dalamku hingga celana dalamku tergulung di pahaku. Sekarang, tanpa pelindung apapun, kewanitaanku terpampang jelas dihadapan Rendy yang kini mengalihkan perhatiannya ke vaginaku.
6143Please respect copyright.PENANAqUe2EOpfs2
Pikiran dalam hatiku berkecamuk. Apa yang sebenarnya kulakukan? Bukankah bu Diana membayarku untuk mengajar les privat anaknya? Namun kenyataannya sekarang, celana dalamku sudah ditarik turun oleh muridku sendiri yang kini sedang sibuk mengamati kewanitaanku. Kalau bu Diana mengetahui hal ini, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku.
6143Please respect copyright.PENANARDopjlyvWJ
Waah, beda sekali dengan memek cewek-cewek di film porno. Memek kakak bersih ya! Nggak ada rambut-rambutnya! puji Rendy padaku.
6143Please respect copyright.PENANA58HUlUc3tI
Tentu saja! Aku paling menjaga dan merawat daerah kewanitaanku sebaik mungkin. Aku selalu teratur membersihkan vaginaku dan mencukur rambut kemaluanku. Mana mungkin vaginaku disamakan dengan vagina para perempuan di video porno yang pasti tidak dirawat dengan teratur! Pikirku kesal.
6143Please respect copyright.PENANAyTiSgEGvnT
Hei, Rendy. Sudah cukup ya? pintaku pada Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAoBKGiWixPp
Sebentar lagi, ya. Kak!
6143Please respect copyright.PENANARwm8zkELRO
Ampuun! Aku benar-benar terjebak! Memamerkan kewanitaanku didepan anak SMP sudah lebih dari cukup untuk membuatku malu seumur hidup! Aku tak berani membayangkan kalau ada orang yang melihat hal ini. Badanku terasa panas dan keringatku mulai mengucur deras hanya karena kewanitaanku diamati oleh Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAt2XSVkxCRv
Waah kok memek kakak makin lama makin basah sih?! tanya Rendy tiba-tiba.
6143Please respect copyright.PENANAS3lx4KZtGg
Ah Eh?! mendadak aku tersadar dari lamunanku, saat itulah aku baru menyadari kalau jari telunjuk Rendy sudah menyentuh bibir vaginaku.
6143Please respect copyright.PENANA6HomgBepSX
Ujung jari Rendy sudah mulai masuk sedikit kedalam liang vaginaku dan mulai menggosok-gosok bibir vaginaku yang sudah basah karena luapan cairan cintaku tanpa sadar.
6143Please respect copyright.PENANAMoDvPmYbpU
AAH!!! Hei!! Hentikan, Rendy!!! aku benar-benar panik melihat jari Rendy di vaginaku itu.
6143Please respect copyright.PENANAUhSxKnnTRs
Aku takut kalau keperawananku malah terenggut oleh jari-jari Rendy. Namun Rendy tidak berhenti.
6143Please respect copyright.PENANADmjADum4Fk
Rendy! Sudah cukup, hei!! Bukannya kamu berjanji hanya melihat saja?! protesku pada Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAJ3TEJJtFI4
Aargh! Berisik! Diam saja! Kalau tidak, kutusukkan jariku kedalam memek kakak dalam-dalam, mengerti?! bentak Rendy padaku.
6143Please respect copyright.PENANAZQ6UF68D8Q
Aku benar-benar takut. Rendy memang memegang kendali saat ini, apalagi dengan jarinya yang masih sibuk memainkan bibir vaginaku, mudah saja baginya untuk memperawaniku dengan jarinya. Aku berpikir daripada aku diperawani jari-jari Rendy, mungkin lebih baik kalau aku menuruti kemauannya. Aku kembali menangis terisak, namun Rendy tidak menghiraukan tangisanku, ia malah menggosok-gosokkan jarinya di sela vaginaku dengan pelan.
6143Please respect copyright.PENANATUuJdXNm5e
Ah ohh aakh tanpa sadar, aku mendesah nikmat karena gosokan jari Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAhtjcheLe9K
Ada apa, Kak?! tanya Rendy padaku.
6143Please respect copyright.PENANAL8hOtwEprM
Aahh hentikan Rendy jangan auuch Suaraku sudah mulai bercampur dengan lenguhanku.
6143Please respect copyright.PENANAdBIECsQct1
Lho, kok kakak mau berhenti? Bukannya rasanya enak Kak? balasnya setengah mengejek.
6143Please respect copyright.PENANAsyb37rGlhZ
Eegh itu itu tanpa sadar, aku pun melepaskan rokku yang dari tadi kupegang, tapi Rendy segera menyibakkan rokku kembali.
6143Please respect copyright.PENANAhp411rrl5I
Rendy terus mengamati wajahku untuk melihat reaksiku, aku berusaha tidak menatap wajahnya, walaupun sesekali dapat kulihat ia tersenyum dengan reaksiku. Badanku terasa limbung ke belakang, tempat meja belajar Rendy berada. Aku pun menyandarkan diri di meja belajar itu dan kedua tanganku memegang bibir meja itu agar aku tidak jatuh.
6143Please respect copyright.PENANAfggnsYRSjW
Nah, kita mulai sekarang ya, Kak? ujarnya padaku dan ia mulai mempercepat gosokannya di bibir dan celah-celah vaginaku.
6143Please respect copyright.PENANAs3nxQlP6KN
Aku pun tidak lagi menolak. Lagipula, aku tidak ingin Rendy menghentikan aktivitasnya saat ini, aku sudah terlanjur dikuasai kenikmatan yang melanda tubuhku
6143Please respect copyright.PENANAuLLojBUMu2
Ouchhh aahh aahhh desahku menahan kenikmatan di vaginaku, akal sehatku sudah lenyap dan aku sepenuhnya dikuasai oleh kenikmatan di kewanitaanku.
6143Please respect copyright.PENANAP9aDbSzbXs
Entah mengapa, fakta bahwa yang mengocok vaginaku adalah muridku sendiri yang masih SMP malah membuatku semakin bernafsu.
6143Please respect copyright.PENANADaZlvEG1lu
Aduuh aw aw aww rintihan-rintihan kenikmatan keluar dari mulutku setelah 3 menit berlalu sejak bibir kewanitaanku dilayani oleh jari-jari Rendy.
6143Please respect copyright.PENANAQxRGUpacig
Aku pun sudah tidak tahan lagi, aku merasa akan segera mencapai orgasmeku untuk pertama kalinya.
6143Please respect copyright.PENANAydnm3HGtZK
Namun, tiba-tiba terdengar suara decitan mobil di halaman rumah. Bu Diana telah pulang! Aku dan Rendy segera menghentikan aktifitas kami, dan aku segera merapikan celana dalam dan rokku kembali.
6143Please respect copyright.PENANAEz9Dy8uokb
Kami lalu bergegas kembali ke meja belajar untuk melanjutkan les. Walaupun aku merasa agak kecewa karena nyaris saja mencapai orgasme, namun aku tetap melanjutkan mengajari Rendy walaupun suasana hatiku amat galau saat itu.
6143Please respect copyright.PENANArzhQfxntBW
Akhirnya aku pun selesai mengajar Rendy hari itu. tapi harus kuakui, Rendy tampak lebih bersemangat menyimak penjelasanku sehabis kejadian itu. Hanya saja aku tampak kacau karena banyak hal yang terjadi hari itu. Tapi bagaimanapun aku juga masih bersyukur karena selaput daraku tidak sampai robek akibat ulah Rendy tadi.
6143Please respect copyright.PENANA0Phni7nkUS
Sebelum pulang, Rendy sempat meminjam Handphoneku. Alasannya, ia mau mengirimkan lagu-lagu baru untukku, aku pun hanya mengiyakan saja permintaan Rendy itu.
6143Please respect copyright.PENANAWd3GazT4Mt
Setelah Rendy mengembalikan Handphoneku, aku pun segera pamit kepada bu Diana dan kemudian pulang ke tempat kosku. Aku berharap semua kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk semata.
Bersambung...
Selengkapnya ada di part 2 yang berjudul Anak SMP Nakal
ns216.73.217.22da2


