"Paman Gi Sung menyembunyikan mu?" tanya Pangeran Yi Joon telak.
Seketika Ara menghentikan langkahnya.
"Melihat reaksi Ara, Pangeran Yi Joon langsung tahu jawabannya.
Ara menoleh, melihat Pangeran Yi Joon dengan berani.
"Apa mau mu?" tanya Ara tanpa menggunakan bahasa sopan.
"Lancang sekali bicaramu," protes Pangeran Yi Joon.
"Oh, aku lupa. Ini adalah Joseon, di mana belum ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan." Gumam Ara pada dirinya.
Pangeran Yi Joon keheranan mendengarnya.
"Aku tidak terbiasa dengan semua aturan yang ada di negeri ini, jadi kita langsung pada intinya. Katakan apa yang Pangeran inginkan dariku sebelum kesempatan itu hilang. Waktunya tidak banyak. Saat kita kembali ke tempat semula, waktunya habis." Kata ara tegas.
Kita???20Please respect copyright.PENANAdnIEKrDDjI
Berani sekali dia menyetarakan aku dengan dirinya!
Pangeran Yi Joon mengomel dalam hati.
"Apa maksudmu dengan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan?" akhirnya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Pangeran Yi Joon.
Ara jengah mendengarnya. Kakinya pun kembali melangkah dan mengacuhkan pertanyaan itu. Jalanan tetap sama seperti saat kali pertama tiba memasuki jalur terakhir tersebut. Hanya saja Ara merasa tidak nyaman berada di sana. Sedangkan Pangeran YI Joon, dia mengikuti sambil menunggu jawaban.
"Kamu tidak menjawab pertanyaanku?!" Pangeran Yi Joon kesal karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.
Ara berhenti lagi. Dia menghadap Pangeran Yi Joon dengan kesal pula.
"Itu pertanyaan yang Pangeran inginkan dariku?" tanya Ara.
"Ya? Mungkin?" Pangeran Yi Yoon tampak tidak yakin.
"Haruskah aku gali ingatan Pangeran untuk menemukan sendiri pertanyaan yang Pangeran inginkan dariku?" tantang Ara sambil mengangkat telapak tangan kirinya yang terlilit kain untuk menutupi bekas lukanya.
Seketika Pangeran Yi Joon menegang di tempatnya.
Ah, sial!20Please respect copyright.PENANABLbW0hpWhz
Dia mengalihkan perhatian gua.
Ara mendesah pelan tanpa kentara.
20Please respect copyright.PENANAo3GgESdEqW
^ ^ ^
20Please respect copyright.PENANATbjiO07UTJ
"Kenapa Pangeran Yi Joon lama sekali?" Hyuk mulai khawatir.
Pengawal Soo Ho dan Dayang Hye Won yang berada di sisi Selir Choi, duduk lemas di atas tanah, saling berpandangan. Ada kekhawatiran juga yang tersirat di wajah keduanya. Mulai banyak tebakan di pikirannya masing-masing. Apa mereka baik-baik saja? Apa terjadi sesuatu dengan mereka? Apa Ara mengambil kesempatan untuk melarikan diri dan mengingkari janjinya pada Selir Choi? Dan masih banyak lagi pemikiran yang melintas di pikiran mereka.
"Aku harus menjemput mereka," kata Hyuk pada dirinya sendiri lagi.
"Tunggu," cegah Selir Choi yang bersuara dengan lemah.
Pengawal Soo Ho dan Dayang Hye Won langsung membantu Selir Choi untuk membenarkan posisi duduknya. Selir Choi semakin melemah.
"Mereka pasti kembali, percaya lah." Lanjut Selir Choi dengan yakin.
Hyuk terpaksa patuh lalu menganggukkan kepala.
Pengawal Soo Ho memperhatikan Hyuk yang masih terlihat khawatir.
"Apa pun yang kau khawatirkan, percayalah, itu tidak akan pernah terjadi. Dia pasti menjaga Pangeran Yi Joon seperti yang dilakukannya pada kami. Sikapnya memang keras tetapi dia orang baik." Ujar Pengawal Soo Ho berusaha menenangkan Hyuk.
"Jangan salah, di luar sini banyak orang baik yang melakukan hal buruk juga." Timpal Hyuk.
"Benar, tapi orang baik yang memiliki hati nurani tidak akan melakukannya. Dia, salah satunya. Dia pasti akan kembali bersama Pangeran." Balas Pengawal Soo Ho mengikut kata-kata Ara yang pernah mengatakannya demikian.
Hyuk mulai tenang.
20Please respect copyright.PENANAAYMSORnaKk
^ ^ ^
20Please respect copyright.PENANA13UYwyyWb3
"Kalian dan Yang Mulia sangat mempercayainya bukan karena dia adalah putri dari Komandan Han Gi Sung, kan?" tanya Hyuk ingin memastikan.
Pengawal Soo Ho menggelengkan kepala.
"Dengan semua kemampuannya, jika dia berniat melakukan hal buruk, dia sudah melakukannya." Kata Pengawal Soo Ho yang melihat ke arah Selir Choi.
Bibir Selir Choi tersenyum tipis mendengarnya dengan keadaannya yang lemah. Dayang Hye Won juga ikut tersentuh mengingat kejadian itu.
"Pasti sudah banyak hal yang kalian dan Yang Mulai lalui bersamanya," komentar Hyuk yang menyadari ketiganya saling pandang.
Pengawal Soo Ho, Selir Choi, dan Dayang Hye Won tersenyum bersamaan menjawab pertanyaan Hyuk.
Mereka pun menunggu dengan sabar kedatangan Ara dan Pangeran Yi Joon. Tidak lama kemudian, akhirnya yang mereka tunggu datang. Terlihat Ara dan Pangeran Yi Joon kembali dengan langkah yang terburu-buru. Melihat itu, Pengawal Soo Ho segera menggendong selir Choi lagi di punggungnya sambil dibantu Dayang Hye Won.
"Jalur terakhir tidak aman. Kita harus meninggalkan tempat ini sekarang juga." Lapor Ara.
"Kita harus pergi ke jalur yang mana?" tanya Hyuk mendahului Pengawal Soo Ho.
"Ketiga, lebih baik dingin dari pada berkabut." Jawab Ara.
Mereka semua menyetujuinya.
"Pangeran pimpin jalan. Aku yang akan berada paling belakang. Ayo, cepat jalan." Ara memberikan perintah dengan cemas.
Pangeran Yi Joon ingin menolak Ara berada paling belakang tetapi tidak bisa berbuat sesuatu karena Pengawal Soo Ho sudah lebih dulu bergerak sambil diikuti Dayang Hye Won, bahkan Hyuk sudah menarik lengannya untuk segera bergerak juga melewati Pengawal Soo dan Dayang Hye Won.
"Apa yang terjadi, Pangeran?" tanya Hyuk sambil berjalan.
"Kami menemukan tulang-tulang manusia di sana," jawab Pangeran Yi joon sambil fokus melihat depan dan sesekali melihat samping.
Apa?20Please respect copyright.PENANAx6kDR48pTl
Kami?20Please respect copyright.PENANAVbDSokM9zc
Sejak kapan derajatku sama dengan seorang... Ah, sudah lah.20Please respect copyright.PENANA5wplKFy5MS
Batin Pangeran Yi Joon dalam hati.
Udara dingin semakin menusuk pori-pori kulit. Dinding tebing yang ada di sekeliling mereka berubah menjadi putih. Ara terus berjalan ke depan sambil menoleh ke belakang. Berjaga jika ada sesuatu yang mengikuti mereka, karena sejak melihat tulang-tulang manusia tadi, dia merasa ada yang aneh dengan suasananya.
Mereka terus masuk ke dalam jalur itu hingga menemukan pepohonan yang agak berkabut. Udara dingin mulai terkikis. Mereka terus bergerak melewati pepohonan itu hingga mencapai aliran anak sungai. Mereka pun memutuskan berhenti di sana. Pengawal Soo Ho menurunkan Selir Choi lalu membuat tempat untuk istirahat Selir Choi, sedangkan Dayang Hye Won sibuk membalut tubuh Selir Choi dengan kain tebal.
Hyuk mengumpulkan ranting kering untuk membuat api. Pangeran Yi Joon juga ikut membantunya.
Ara sendiri, dia merasa ada yang dengan tubuhnya.
Tangan kirinya melepas ikatan pedang di punggungnya dan dipegangnya. Dia berjalan menuju pohon yang paling dekat dengan aliran air, yang tidak jauh dari tempat Selir Choi berada. Dapat dirasakannya sesuatu yang panas mengalir di seluruh tubuhnya. Itu membuat tubuhnya melemah dan penglihatannya ikut rabun. Digeleng-gelengkan nya kepala untuk mengembalikan fokusnya tetapi gagal.
"Yong Dae?" panggil Selir Choi yang menyadari keanehan Ara.
Mendengar suara Selir Choi, semuanya berhenti melakukan kegiatannya masing-masing lalu melihat Ara secara bersamaan.
20Please respect copyright.PENANAWKUhocV9iR
^ ^ ^
20Please respect copyright.PENANAQl36TfPZUR
Ara merasa tubuhnya semakin memanas. Dia menyandarkan punggungnya di balik pohon menghadap air yang mengalir. Fokusnya menghilang. Tubuhnya meluruh lemas duduk di tanah dengan bersandarkan pohon di punggungnya. Hanya matanya yang mampu berkedip beberapa kali dengan lemah.20Please respect copyright.PENANAzGTOrtEUlf
Pangeran Yi Joon tanpa sadar menjatuhkan ranting-ranting yang sudah dikumpulkannya lalu berlari menuju tempat Ara. Hyuk mengikuti dengan cepat. Pengawal Soo Ho juga ikut berlari menuju tempat Ara hingga melupakan Selir Choi yang kesulitan berdiri dibantu Dayang Hye Won untuk menuju tempat Ara.20Please respect copyright.PENANAjUqG18i4KL
"Jangan menyentuhku," tolak Ara saat tangan Pangeran Yi Joon akan memegang bahunya.20Please respect copyright.PENANAZ51k8hjLUw
"Ada apa denganmu?" tanya Pangeran Yi Joon panik.20Please respect copyright.PENANAVE8nOMXV0m
Napas Ara mulai sesak.20Please respect copyright.PENANAJ8LJ3ZUrYM
"Kamu kelihatan tidak baik-baik saja," sambung Pengawal Soo Ho.20Please respect copyright.PENANAMYyVd7zgk2
Ara berusaha mengatur napasnya.20Please respect copyright.PENANARdz8JbsRTT
Selir Choi bergerak akan menyentuh punggung tangan kanan Ara tetapi lebih dulu dihentikan Ara hanya dengan mengangkat tangannya sedikit dan menunjukkan jemarinya.20Please respect copyright.PENANAjDgNOLGeqh
"Aku butuh istirahat. Jangan ada yang menyentuhku selama aku tidak sadarkan diri. Jika kalian berani melakukannya, pedang naga ini yang akan mewakili ku. Ingat itu." Kata Ara memberi peringatan dengan suara yang lemah.20Please respect copyright.PENANAAxdWtrx7Fh
Mereka terdiam di tempat masing-masing sambil melihat Ara. Perlahan mata Ara tertutup dan kepalanya tertunduk bersandarkan pohon di punggungnya. Itu membuat semuanya berseru keras, terlalu terkejut.20Please respect copyright.PENANACiipcUdZkp
"Hei, kamu baik-baik saja?" Pangeran Yi Joon ingin menyentuh bahu Ara tetapi Hyuk menarik tangannya dengan cepat, karena pedang naga di tangan kiri Ara bergerak keluar dari sarungnya dengan sendirinya, sedangkan Ara tetap tidak bergerak dan tertunduk.
Pangeran Yi Joon membatalkan niatnya untuk menyentuh Ara. Pedang naga milik Ara yang ada di tangan kiri Ara kembali bergerak masuk ke dalam sarungnya.
"Dia bisa menghidupkan benda mati?" seru Pangeran Yi Joon yang masih sangat terperangah dengan apa yang dilihatnya sama seperti yang lainnya.
Semua mata melihat ke arah Pangeran Yi Joon.
"Dukun cantik itu memang bisa mengendalikan yang hidup maupun yang mati, tetapi bukan benda mati. Kalian pasti mengerti maksudku, kan?" lanjut Pangeran Yi Joon sambil menatap semua mata satu persatu.
Semua kepala mengangguk setuju dalam diam.
20Please respect copyright.PENANAqi4H5jjAKy
20Please respect copyright.PENANAJENRz509Xq
20Please respect copyright.PENANA6en91OlQgj
Bersambung...
20Please respect copyright.PENANA2pM5Nt5kPg
20Please respect copyright.PENANALAnLfxuVmg
20Please respect copyright.PENANA9NrLuCtyzO
20Please respect copyright.PENANAZm3Dlb8mtE
20Please respect copyright.PENANASaWKLwbvkY


